Jumat, 22 April 2011

TUGAS UTAMA MUSLIMAH

Zaman semakin berkembang dan di zaman sekarang orang-orang sudah mulai menyebut zaman emansipasi wanita, dimana status anatara laki-laki dan perempuan tidak dibedakan. Wanita bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki. Mereka bahkan melupakan kodrat mereka sebagai wanita, wanita yang mempunyai kelembutan, penuh kasih sayang dan cinta.
Sekarang kita juga melihat bahwa wanita mulai sibuk dengan kegiatan diluar dari pada kegiatan di dalam rumah mengurusi keluarga. Banyak diantara mereka menyebutkan dengan alasan mengejar karir karena kondisi kelurga yang mengharuskan mereka melakukan itu. Bisa jadi ini memang alasan utama mengapa mereka sibuk dengan karir mereka, akan tetapi apakah dia harus melupakan tugas utama mereka? Meninggalakan suami, anak dan keluarganya yang membutuhkannya?
Wanita merupakan sosok yang memiliki multi peran. Keluarga adalah t
empat setiap manusia mengawali kehidupan yang merupakan dasar dari pembentukan setiap manusia, karena itu wanita sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga berperan penting dalam berbagai upaya mewujudkan manusia-manusia yang beraqidah yang lurus sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, berbudi luhur, berakhlak mulia, berperikemanusiaan dan berpendirian teguh.
Wanita merupakan tonggak dari keluarga yaitu apabila wanitanya baik maka akan baik seluruh keluarganya dan apabila  keluarganya baik maka masyarakat pun juga akan baik. Begitu juga apabila masyarakatnya baik maka akan baik pula negaranya. Wanita memiliki sifat yang lembut, berperasaan, penuh kasih sayang, sabar, ulet, telaten; yang merupakan modal bagi wanita untuk mendidik dan membesarkan putra-putrinya.
Pernikahan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan oleh setiap manusia, dimana berkumpulnya dua insan yang diridhoi oleh Allah ta’ala. Wanita sholihah merupakan tiang keluarga, sekaligus perhiasan pertama bagi kehidupan seorang laki-laki, bahkan wanita sholihah merupakan perhiasan terbaik dalam kehidupan ini. Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Dunia ini perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.”(HR. Muslim).
Cara agar menjadi wanita sholihah yang berhasil dan berkedudukan tinggi, dicintai, dibanggakan dan disayangi suami di antaranya: memilih suami yang baik agamanya, taat dan berbakti kepada suami, berbakti kepada ibu mertua dan menghormati keluarganya, tidak menyebarluaskan rahasia suami, senantiasa mendampingi dan mendukung pendapat suami, menarik hati suami dan masih banyak lagi yang lain. Seperti kisah seorang ibu yang perpesan kepada putrinya ketika akan menikah, nasihat ini sering disebut dengan 10 peringai[1],. Pesan tersebut adalah:
  • Pertama dan kedua, temanilah dia (suami) dengan penuh kepuasan dan pergaulilah dia dengan senantiasa mendengar dan menaatinya.
  • Ketiga dan keempat, perhatikanlah penciumannya, sehingga dia selalu mencium bau yang harum dan wangi dari dirimu dan perhatikanlah pandangannya sehingga dia tidak melihatmu sebagai orang yang buruk.
  • Kelima dan keenam, perhatikanlah waktu makannya dan janganlah engkau membuat kegaduhan pada saat dia sedang tidur.
  • Ketujuh dan kedelapan, jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat keluarganya.
  • Kesembilan  dan kesepuluh, janganlah engkau menyebarlauskan rahasia dan janganlah engkau menentang perintahnya.
Suami merupakan sesorang yang harus kita dahulukan dalam segala perintahnya. Rosulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda,"Tidaklah boleh seseorang sujud kepada orang lain. Seandainya diperbolehkan seseorang sujud kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya."(HR. Ahamad dan An Nasa'i). Ini menunjukkan betapa besarnya hak suami sehingga wanita harus mendahulukan hak suami dibandingkan hak-hak orang lain.
Tidak pernah lepas dari pikiran wanita bahwa tanggung jawab seorang ibu adalah mendidik anak-anaknya dan membentuk kepribadian anak-anak. Seorang muslimah yang mengetahui agama dan mengikuti petunjuk agama maka dia akan mengetahui tugas pendidikan yang diembannya sehingga dia akan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya. Allah ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluarganu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”(TQS. At Tahrim: 7).
Wanita selalu mengingat bahwa anak-anak memerlukan dan membutukan asuhan, kelembutan, cinta yang dalam dan kasih sayang yang murni agar jiwa mereka tumbuh dengan sehat dan jauh dari berbagai penyakit dan permasalahan dan juga agar mengisi dengan optimis dan menjadikan diri penuh kepercayaan serta mengisi otak anak-anak dengan berbagai harapan dan keinginan.
Adapun hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya adalah:
  • Mengetahui tanggung jawab terhadap anak-anaknya.
  • Menggunakan cara yang baik dalam mendidik anak-anaknya.
  • Memberikan cinta dan kasih sayang sepenuh hati.
  • Tidak pilih kasih terhadap anak-anaknya.
  • Tidak membedakan dalam mencurahkan kasih sayang.
  • Mewaspadi segala hal yang mempengaruhi pembentukan dan pembinaan anak.
  • Menanamkan akhlakul karimah pada anak.
Tentunya masih banyak lagi tugas-tugas wanita yang lainnya, akntetapi tugas utama bagi wanita adalah rumah tangganya yaitu sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga. Tugas tersebut juga tidak mudah tentunya, oleh sebab itu wanita harus penuh dengan keikhlasan dalam melaksanakannya agar diberi kesabaran dan keridhoan oleh Allah ta'ala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar